Halaman

Welcome

Selasa, 29 Januari 2013

Vocaloid

Tugas Test Blog
Genta Satria A. P.
9E

VOCALOID

Developer(s)Yamaha Corporation
Initial releaseJanuary 2004
Stable releaseVocaloid 3
Development statusActive
Operating systemWindows XP / Vista / 7
Apple iOS (iVocaloid, Japan Only)
Available inEnglish, Japanese, Spanish, Korean, Chinese
TypeMusical Synthesizer Application
Licenseproprietary
Websitewww.vocaloid.com/en/
 
 
Vocaloid (ボーカロイド Bōkaroido?) is a singing voice synthesizer. Its signal processing part was developed through a joint research project led by Kenmochi Hideki at the Pompeu Fabra University in Spain in 2000 and originally was not intended to be a full commercial project. Backed by the Yamaha Corporation, it developed the software into the commercial product "Vocaloid."[1][2] The software enables users to synthesize singing by typing in lyrics and melody. It uses synthesizing technology with specially recorded vocals of voice actors or singers. To create a song, the user must input the melody and lyrics. A piano roll type interface is used to input the melody and the lyrics can be entered on each note. The software can change the stress of the pronunciations, add effects such as vibrato, or change the dynamics and tone of the voice. Each Vocaloid is sold as "a singer in a box" designed to act as a replacement for an actual singer. The software was originally only available in English and Japanese, but Vocaloid 3 has added support for Spanish, Chinese and Korean.
The software is intended for professional musicians as well as light computer music users and has so far sold on the idea that the only limits are the users' own skills.[3] Japanese musical groups Livetune of Victor Entertainment and Supercell of Sony Music Entertainment Japan have released their songs featuring Vocaloid as vocals. Japanese record label Exit Tunes of Quake Inc. also have released compilation albums featuring Vocaloids.[4][5] Artists such as Mike Oldfield have also used Vocaloids within their work for back up singer vocals and sound samples.[6]



Selasa, 22 Januari 2013

Fakta tentang Otaku part 2

1. kebanyakan Otaku single, Kenapa ya ? Kenapa hayo?? Otaku bukannya gak laku, mereka cuma gak mau tuh hobinya keganggu cuma karna urusan pacaran yang gak jelas :D dikit dikit berantem, sms gak di bales ngambek, huh mending baca manga deh ^^, kalo buat yang cowo menurut temen ane gini nih katanya, "dikit dikit gue meski nganter ke salon, ke mall gak di sms sehari ngambek, waktu gue abis kena dia dong? WOY KAPAN GUE BACA MANGA & NONTON ANIME"
2. PC, dan Gatged lain penuh gambar anime artis jepang dan semua yang berbau jepang
3. tema, wallpaper, sreen saver di gadgetnya Anime ^^
4. otaku kebanyakan memakai photo profil di jejaring sosialnya dengan chara anime yang mereka idolakan termasuk saya ^^
5. Otaku dan Alay adalah dua hal yang sangat berbeda! loh? iya otaku adalah tipe yang ideal dan tak banyak bicara, mereka lebih sering asik dengan dirinya sendiri sementara Alay adalah orang yang banyak bicara dan mencari perhatian publik,  meski begitu otaku tetep yang paling keren ^^
6. sulit ditemukan lagu Indonesia di gadget milik Otaku accept *JKT48
7. musik jepang yang paling di sukai otaku yang pasti sountrack Anime
8. otaku pinter cari kesempatan buat baca manga meski guru di depan kelas lagi menerangkan hehehe
9. buat yang hpnya gak ada format kanji pasti banyak tuh yang judul lagunya kotak kotak
10. otaku cenderung dakpeduli dengan dunia malam, alkohol, narkoba dan bahan ilegal lainnya karena hobby mereka cenderung di kamar ^^
11. rokok adalah hal yang gak penting buat Otaku why? so mending juga buat beli Manga atau kaset anime baru ^^
13. nama di jejaring sosial biasanya gabungan namanya dengan bahasa jepang atau chara anime yang di gemarinya
14. style yang paling digemari otaku adalah Cosplay
15. pelajaran favorit para otaku tentunya bahasa jepang
16. hobby lain Otaku selain membaca Manga dan nonton Anime tentunya Gambar
17. Otaku yang bermusik kebanyakan terjonsep sebagai band dan memilih genre J Rock


Fakta Cowok Otaku
Cowok Otaku biasanya mempunyai perasaan yang halus dan sensitif. umumnya para Otaku
Cowok ini sangat mengerti perasaan wanita , dan kebanyakan Cowok Otaku lebih mementingkan Cinta daripada Nafsu.. yahh sesuai lah dengan hobinya

tu karena rata-rata cowo otaku adalah seorang "dreamer", jadi mereka mengharapkan hubungan yg bener-bener pure, hubungan yg berdasarkan cinta

. Cowok Otaku susah jatuh cinta pada cewek 3D (maksudnya cewek dunia nyata) , tapi sekali jatuh cinta mereka akan setia ..dan dijamin tidak akan selingkuh.. paling2 saingan terberat anda cuma koleksi2nya.
tambahan dari kaskuser: cewe 2d lebih menarik bg mereka ampe2 nyari segala sesuatu yg berhubungan dgn itu(wallpaper,seiyuu,figma,nendo,etc),sekali jatuh cinta ama cewe 3D mereka akan bener2 setia dan rela melakukan apa saja

Cowok Otaku biasanya gak gombal (karena mereka emang gak ngerti cara merayu) , dan gak posesif /cemburuan (mereka malas ngurusin hal2 seperti itu)

Entah ini kelebihan atau kekurangan , cowok Otaku biasanya lebih jujur dalam mengungkapkan sesuatu dan cenderung blak2an .. (intinya mereka jarang ngomong tapi sekalinya ngomong nyelekit ) 

Fakta cewek otaku
1. Cewek otaku lebih mengidolakan karakter cowok dalam anime daripada karakter cowok dalam film hollywood.
2. Lebih tertarik membaca manga daripada membaca novel
3. Punya tingkat imajinasi lebih tinggi daripada cewe lainnya
4. Punya hobby yg unik dari pada cewe lainnya.
5. Anak rumahan jadi jarang keluar rumah dan lebih seneng ngabisin waktu di depan kompi atau walau ke luar paling seneng ke toko buku buat hunting manga
6. Lebih sneng belanja komik daripada belanja baju
7. Cwe otaku jg bsa disebut cewe langka Karena agak jarang ada cwe yg otaku
8. kebanyakan dikamer cwe otaku banyak poster2 anime, dari pada cwe biasa yg dipenuhin sma idola2nya yg 3D

5 Fakta yang membuktikan Games baik bagi Kesehatan

Selama ini banyak artikel serta penelitian yang mengatakan bahwa bermain game itu bukan merupakan suatu hal yang positif, baik dari segi kesehatan maupun dari segi psikologis dari gamer itu sendiri. Namun ternyata, juga ada beberapa penelitian yang berhasilkan menyimpulkan efek-efek positif yang dapat diperoleh oleh gamers dengan cara memainkan video games. Berikut kami mencoba memaparkan 5 fakta yang membuktikan bahwa video games itu dapat membantu kita menjaga kesehatan.


Games dapat membantu menurunkan berat badan berlebihan
Salah satu masalah yang sering dikeluhkan oleh para maniak video games (dan juga orang-orang lain) adalah masalah obesitas. Hal itu sangat wajar, bagi gamers yang sehari-hari hanya memainkan games sambil menikmati camilan. Namun sekarang sudah ada banyak alternatif menyenangkan bagi gamers yang ingin menurunkan berat badan mereka. Salah satunya yang paling terkenal mungkin adalah Wii Fit, dimana beberapa Penelitian bahkan walaupun tidak dapat sepenuhnya menghilangkan obesitas, namun beberapa peneliti mengakui bahwa "exercise" yang ditawarkan dalam Wii Fit tersebut dapat membantu menguragi masalah tersebut. Tentu saja dengan adanya Kinect serta PlayStation Move, makin banyak pilihan bagi gamers untuk memainkan video games sambil menggerakan badan.


Games dapat membantu gamer untuk mengambil keputusan lebih cepat
Dalam video games, kita mungkin terbiasa melihat berbagai object dalam layar LCD kita. Seringkali, ketika kita memainkan game-game bertema RPG maupun FPS, kita akan dipaksa untuk mengambil keputusan yang tepat dengan cepat, dimana keputusan-keputusan yang kita pilih tersebut akan memiliki efek yang cukup besar dalam gameplay. Kebiasaan itu ternyata juga dapat membantu gamer di dunia nyata. Penelitian yang dilakukan oleh University of Rochester membuktikan bahwa gamers yang memainkan game Call of Duty dan Unreal Tournament selama 50 jam dapat menjawab pertanyaan 25% lebih cepat dibandingkan mereka yang tidak memainkan game tersebut, tentu saja dengan tingkat akurasi yang tidak berbeda.


Games dapat membantu meringankan rasa sakit
Banyak cara lain yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit selain dari obat-obatan, salah satunya adalah video games. British Journal Medicine menulis sebuah artikel yang menyebutkan beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit dengan video games, antara lain video games tersebut dapat membuat gamer mengurangi fokus akan sakit yang dideritanya atau juga dapat digunakan sebagai pemulihan. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa beberapa games dapat digunakan untuk memulihkan atlet yang terkena cidera.


Games dapat membantu gamers berkendara dengan lebih baik
Beberapa penelitian yang dilakuakan membuktikan bahwa video games dapat membantu gamers berkendara dengan lebih baik dalam dunia nyata. Sementara penelitian lain juga menyebutkan bahwa video games tersebut juga dapat membantu orang-orang yang sudah cukup tua untuk berkendara dengan lebih aman. Yang cukup mengejutkan, game-game yang terbukti berguna tersebut bukannya Gran Tourismo series atau Need For Speed series, melainkan game-game seperti Medal of Honor dana Tetris.
Games dapat membantu mengurangi stress
Hal ini tentu saja merupakan alasan utama sebagian orang bermain games. Dan hal ini juga dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh East Carolina University. Dari penelitian tersebut dikatakan bahwa beberapa games, khususnya game-game bertema puzzle, dapat membantu gamers untuk mengurangi stress mereka. Tidak hanya itu, penelitian tersebut juga mengatakan bahwa video games akan dapat membantu kita untuk mendapatkan "mood" yang lebih baik.

Itulah 5 fakta yang membuktikan bahwa video games ternyata juga dapat berguna bagi kesehatan kita sehari-hari. Namun tentu saja apa pun yang dilakukan berlebihan tetap tidak akan memiliki efek yang baik, oleh karena itu kita tetap tidak dapat menggunakan fakta-fakta diatas untuk membenarkan kita memainkan Medal Of Honor atau Fable III 24 jam sehari.

Fakta - fakta tentang Otaku

Akhir tahun 1970an, istilah “otaku” yang lebih dikenal di Jepang sudah menyebar ke seluruh dunia. Otaku sendiri berarti orang yang sangat terobsesi dengan hobi yang

berhubungan dengan manga, anime, game,dll. Bahkan hobinya ini sudah melampui batas kewajaran dan sangat mempengaruhi keadaan sosial mereka. Ada beberapa syndrom

dalam otaku, yaitu :

ikikomori adalah salah satu fenomena sosial yang sudah dan sedang terjadi di Jepang yang sudah sangat mengkhawatirkan masyarakat dan pemerintah Jepang karena lebih dari sejuta remaja Jepang pernah melakukan hikikomori.
Hikikomori adalah perilaku mengisolasi diri di dalam kamar dan menghilang dari aktifitas sosial di dunia nyata selama lebih dari satu tahun. Dengan demikian, para pelaku hikikomori, yang umumnya masih remaja, melakukan semua aktifitasnya di dalam kamar, atau paling jauh di dalam rumah.
Lantas bagaimana cara mereka memenuhi kebutuhannya. Biasanya hikikomori akan keluar sebulan sekali untuk membeli perlengkapan “mengurung dirinya, mereka tetap mendapat uang dari orangtua, bahkan terkadang mereka memaksa orangtua untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Hal yang terekstrim adalah ada juga hikikomori yang menculik gadis kecil untuk “disimpan” sebagai “teman” di kamarnya. mereka mungkin akan melepaskan gadis tersebut kalau mereka ingin, atau gadis itu harus mencari jalan keluarnya sendiri, atau dia tidak akan pernah bisa keluar lagi.
Salah satu faktor penyebab dari semakin maraknya hikikomori adalah faktor teknologi, di mana kecanggihan teknologi, terutama kemudahan dalam akses internet, telah menyebabkan banyak remaja mengalami ketergantungan teknologi yang keblabasan. Semua aktifitas pertemanan dilakukan di dunia maya. Bahkan untuk berbelanja pun dilakukan secara online. Dengan demikian, boleh dikatakan bahwa remaja Jepang yang melakukan hikikomori adalah remaja yang anti sosial.



Mungkin orang akan menganggap hikikomori itu sama dengan otaku. Namun sebenarnya berbeda. otaku adalah orang yang memiliki minat atau hobi yang berlebihan sehingga mereka mengabaikan kegiatan yang lain, tapi mereka masih berinteraksi dengan keluarga atau tenar di dunia nyata. Seperti penggemar komik yang berlebihan, atau orang yang suka dengan model kit secara berlebihan. Namun semua hikikomori itu otaku, karena pelarian dari beban mereka adalah dengan memfokuskan diri pada hal yang mereka sukai agar mereka tidak teringat akan sakitnya pergaulan sosial itu.

Di Jepang, otaku lebih disudutkan ke pria yang sangat culun. Dan ditekankan ke arah pria, meskipun tidak ada survey jumlah otaku wanita dan pria di Jepang. Hal ini dikarenakan, para otaku pria di Jepang sangat kurang untuk bergaul dengan teman-teman, dimana mereka lebih memilih untuk hidup menyendiri di dalam kamar.
Walaupun mungkin otaku wanita lebih banyak , namun mereka sangat pintar untuk menyembunyikan. Kebanyakan dari mereka bermain game sampai larut malam, dan lupa akan kesehatan mereka sendiri. Dan dengan sedikit make up, mreka akan terlihat segar di siang hari. Sehingga pria lebih terkenal sebagai otaku.
Lalu adakah perbedaan otaku pria dan wanita ini?
Menurut sumber, tidak begitu menjadi perbedaan apakah otaku tersebut pria atau wanita, ataupun lebih banyak otaku pria atau wanita. Namun yang membedakan adalah
“kualitas” dan “obsesi” mereka. Misalkan, seorang pria otaku rela menghabiskan lebih dari 9,000yen (sekitar $110) hanya untuk dapat tidur dan berpelukan diatas bantal anime yg mereka suka dengan kualitas bahan yg bagus.
Disisi lain, gadis otaku tidak begitu berminat dengan barang-barang yang mahal (dan mungkin sangat tidak tertarik untuk berzina dengan bantal). Perempuan itu realistis. Mereka hanya menghabiskan 3000-4000 yen ($36- $48) pada sebuah barang seperti CD, ataupun sekitar 300 yen ($3,60) untuk folder plastik bening dengan karakter anime yang menjadi best seller.

Hal ini membuktikan wanita cenderung lebih hemat terhadap obsesi mereka. Namun pria lebih cenderung memperhatikan kualitas, dan emosional serta pemilih tentang apa yg mereka inginkan. Perbedaan lainnya adalah gadis otaku lebih cenderung untuk bergaul keluar, lepas dari obsesi mereka dan menunjukkan hobi lainnya. Namun tidak sama halnya dengan pria otaku, mereka sangat tertutup dan fokus dengan satu hal yang mereka suka.Dan voice dari karakter anime juga mempengaruhi perbedaan otaku pria dan wanita. Jika seorang pria menyukai suatu karakter dan merasa bahwa karakter tersebut tidak memiliki pengisi suara (dubber) yg cocok, dalam saat tertentu, hal tersebut tidak akan mempengaruhi rasa suka nya kepada karakter tersebut. Tetapi untuk otaku wanita, perasaan tentang suara aktor dan karakter adalah hal yg sama dan merupakan satu kesatuan, oleh karena itu sangatlah penting apabila diantara mereka,harus cocok satu sama lain.”Selain itu, pria lebih cenderung menyukai karakter anime secara berlebihan dan memperlakukannya secara eksklusif dan posesif. Faktor penampilan anime sangat mempengaruhi otaku pria. Sedangkan wanita, untuk suka terhadap karakter, mereka harus mengetahui latar belakang, alur cerita, dari anime tersebut
Go Up!